Profil Metode ACM

[envira-gallery id=”479″]

ACM adalah metode pembelajaran membaca dan menulis permulaan untuk anak usia dini dan orang dewasa penyandang buta aksara dan membantu peserta didik memahami konsep membaca dan menulis secara mudah, cepat dan menyenangkan. ACM dirancang untuk mempermudah peserta didik dapat cepat belajar dalam membaca dan menulis.

Metode ACM Mencoba Memberikan Alternatif Belajar Membaca permulaan dengan Konsep “bermain sambil belajar” dan “Belajar dengan Menyenangkan”, peserta didik tidak dipaksa untuk harus mau membaca. akan tetapi diarahkan dan dibantu untuk belajar membaca dan menulis dengan baik dan benar.

Berbeda dengan pendekatan metode pendidikan atau pembelajaran membaca dan menulis yang pada umumnya menempatkan pengenalan huruf sebagai langkah awal mengenalkan membaca pada anak, metode ACM justru menempatkan pengenalan huruf pada akhir pembelajaran. ACM mengajarkan membaca secara utuh meliputi kata lembaga, perubahan bunyi a,i,u,e,o, bunyi transfer (sulit), bunyi nga-nya, bunyi mati, bunyi �ng , latihan membaca dan pengenalan huruf. Materi ACM pun disusun dan disesuaikan dengan kemampuan rata-rata anak yaitu dimulai dari pengenalan bunyi yang paling mudah hingga pengenalan bunyi yang paling sulit.
Metode ACM dapat diikuti oleh anak usia dini, TK (pra-sekolah), SD, dan orang dewasa. Dengan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan peserta didik secara bertahap dari materi kata lembaga ia mulai belajar sampai materi terakhir yaitu pengenalan huruf. peserta didik dapat belajar melalui kursus di kelas secara klasikal maupun di rumah secara privat.
Metode Pembelajaran ACM didesain secara istimewa, lain dari yang lain. Sangat inovatif dan kreatif sehingga membuat semua anak didik akan ketagihan belajar membaca dan menulis. Mereka menguasai tidak saja dalam hal kemampuan membaca dan menulis, tetapi yang lebih penting adalah mereka memahami konsep dasar dari membaca dan menulis itu sendiri. Dan tentunya hal ini sangat baik bagi prestasi anak didik di sekolah, maupun di masa depannya. Metode ACM ini memiliki komposisi pembelajaran 70% belajar membaca dan 30% belajar menulis. Pembelajaran ini juga menggunakan konsep sambil bermain, mengembangkan kreatifitas dan imajinasi dengan bercerita, alat peraga, musik sebagai media dan bahan belajar serta media-media pendukung lainnya.
TERUJI SECARA ILMIAH
Metode belajar Membaca dan menulis ACM telah dijadikan bahan studi penulisan karya ilmiah, skripsi dan tesis oleh mahasiswa dari perguruan tinggi. Dan telah terbukti bahwa metode pembelajaran membaca dan menulis ACM mempunyai pengaruh signifikan terhadap hasil pembelajaran. Bahkan tidak terbatas pada pembelajaran untuk anak-anak saja, namun konsep dasar metode pembelajaran membaca dan menulis ACM mulai diteliti dan dikembangkan untuk pembelajaran orang dewasa buta aksara. Teknik atau cara mengajar yang menjadi ciri khas khas metode ACM pun telah diteliti secara khusus. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran membaca dan menulis ACM benar-benar mempunyai kualitas yang bisa dipertanggung jawabkan secara keilmuan.
MENCIPTAKAN PARADIGMA BARU TENTANG BELAJAR MEMBACA
Fakta di lapangan membuktikan bahwa Hampir semua Guru/ Tutor atau lembaga pendidikan anak usia dini selalu menempatkan membaca (calistung) sebagai �musuh� nomor satu. Mereka memandang membaca sebagai pembelajaran yang menakutkan dan sudah seharusnya dihindari oleh anak didik. Bahkan, sang guru pun sering pula alergi untuk mengajarkan membaca. Hal ini karena adanya kontroversi yang berkembang di masyarakat yang menyatakan bahwa anak usia dini tidak boleh diajarkan membaca karena pembelajaran anak usia dini itu lebih mengarah pada “bermain”.
ACM bertekad merubah semua paradigma (pandangan) keliru seperti itu. membaca harus menjadi primadona. Setiap anak didik harus menyukai membaca. guru juga harus sadar bahwa kemajuan peradaban ini dibutuhkan kemampuan membaca. membaca adalah kunci dari ilmu pengetahuan. Tanpa penguasaan membaca, jangan berharap akan ada kemajuan.
Pada kenyataannya cukup susah merubah paradigma yang telah berkembang selama ini, tetapi ACM telah melangkah untuk melakukannya. Dan hasilnya sangat menggembirakan. Tidak satupun anak didik di SANGGAR ACM yang merasa bahwa belajar membaca dan menulis itu membosankan, dan yang mereka rasakan (justru) mengasyikkan. Para guru/tutor metode ACM pun dipersiapkan secara khusus untuk mengajarkan membaca dan menulis dengan teknik dan pendekatan yang telah ditentukan secara menyenangkan (fun) yang memang menjadi landasan utama metode ACM. Inilah salah satu kelebihan metode ACM yang tidak ditemukan ditempat kursus calistung lainnya.
CIRI KHAS METODE ACM
 
� Cepat
� Mudah
� Menyenangkan
� Anti Lupa
� Tanpa mengeja
� Tanpa Menghafal Huruf
� Tanpa level
� Tidak berjilid
� Tanpa tes assesment + tes akhir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *