pemberantasan-aksara2

Metode ACM, Inovasi Pengentasan Buta Aksara

Metode ACM, Inovasi Pengentasan Buta Aksara

Mataram (Suara NTB)-

Setelah mengadopsi konsep dari Karawang, kini upaya pengentasan buta aksara coba mengadopsi metode baru dari Surabaya. Disebut metode Aku Cepat Membaca (ACM). Masyarakat diajarkan membaca tidak butuh 32 hari, namun cukup dengan tujuh hari saja. “Kita akan terus cari inovasi baru untuk pengentasan buta aksara ini,” ungkap Koordinator Gerakan 3A (Absano, Adono dan Akino), Soedaryanto, SKM. SE. MA.

Menjawab Suara NTB di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Sabtu (13/3),  Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) NTB ini menyatakan, saat ini dana untuk pengentasan buta aksara minim. Tidak bisa dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Minimnya anggaran, bukan berarti tidak bisa berbuat apa-apa. Dengan inovasi baru, pengentasan buta aksara ini diyakini bisa selesai sesuai dengan rancangan awal. Koordinator 3 A menyampaikan Sabtu dan Minggu kemarin, dilakukan pelatihan tutor khusus untuk ACM ini. Dijadwalkan, Senin (15/3) ini akan dilakukan identifikasi terhadap kelompok sasaran yang akan dijarkan. Selasa (16/3) esok akan dilangsungkan pembelajarannya.

Dijelaskan Soedaryanto, metode ACM adalah metode belajar membaca selama 14 jam langsung bisa. Yakni cukup dengan belajar 2 jam sehari, selama 7 hari sehingga menjadi 14 jam.

Sebanyak 10 tutor yang telah dilatih ini akan diujicobakan di 5 desa yang saat ini menjadi binaan tim penggerak PKK. Akan dimulai di Pulau Lombok. Metode ACM, lanjutnya merupakan konsep Muhajir Sulton Manajemen. “Muhajir sendiri dari penemunya dari IAIN Sunan Ampel Surabaya,” sebut mantan staf ahli Gubernur bidang pendidikan dan kesehatan ini.

Metode yang mulai diujicobakan Selasa besok akan dikawal. Jika terlihat berhasil, diusulkan dalam APBD Perubahan akan diperluas jangkauannya. “Kalau cocok kita rekomendasikan ACM untuk diperluas melalui dana APBD-P,” sebutnya. Saat ini masih melibatkan Tim Penggerak PKK Provinsi NTB. (rus)

Sumber (http://www.suarantb.com/2010/03/15/Sosial/detil%202.html)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *